\ 2012 | Catatan Rizka

Just Stay at Home


     Mencurahkan isi hati kedalam tulisan, dan entah apalah jadinya. Apakah aku akan lebih lega? Atau biasa saja dan baiknya aku akan puas karena isi hatiku tersusun rapi dalam bait-bait kata yang tersambung dan berjajar indah yang kapan saja bisa kuingat dengan membacanya.

    Manusia, wajar saja mempunyai berbagai konflik dalam hidupnya. Entah itu masalah yang nyata dan terlihat atau masalah batin yang hanya diri sendiri yang mengerti. Dan karena itulah diri bergegas untuk mencoba mewujudkan masalah itu ke dalam bentuk tulisan.

     Kita tak dapat melihat apakah seseorang sedang bahagia, atau sedih hanya karena rupa wajahnya. Tapi, semua itu terwakili oleh keadaan hati. Dan ini, datang dari sebuah hati yang sepi. Padahal saat itu nyatanya aku sedang bersama beberapa orang yang menemaniku.

     Tak ada kepastian yang menyatakan jika seseorang berada di tempat yang ramai, maka dia tak akan merasa sepi. Didukung lagi saat ini hari hujan dan gelap. Sudahlah kuhabiskan Sunday morning di depan layar monitor. Langsung saja aku on line, kebetulah ada modem berfungsi. Tak menunggu waktu lama log in facebook dan taa raa seperti biasa status baru teman-teman maya bermunculan.

     Selang beberapa menit muncul kotak merah dari bawah yang ternyata itu chat dari temanku. Lumayan lah mengobati galauku saat ini karena memang lagi berharap ada teman chatting. Awalnya sih enak ngobrolnya,

“Eh, tahun baru mau kemana?”

“Di rumah aja sepertinya,”

“Mau nggemukin badan ya?”

“Haha”

“Belum pernah kan ngrasain tahun baru sama someone? mantab tenan loh”

(jleep) seketika diriku tambah galau saja diserang kalimat itu. Tapi bukan aku kalau sekedar diiming-imingi kaya gitu langsung terpojok. Langsung saja kubalas pesanmu.

" week, terus aku musti bilang wow???”

     Aku baik-baik saja tahun baru duduk manis di rumah. Toh tahun baru juga sekedar habisnya waktu satu tahun dan berganti di tahun selanjutnya. Paling bedanya Cuma kalender di rumah akan terganti dengan yang baru. So, santai saja kawan J




Hello my Rain




 Selamat Datang Hujan

Menginjak bulan desember,  akan datang suatu musim. Musim dimana Tuhan menurunkan air yang berlimpah.

Melalui awan gelap yang menjadi tanda, berteman suara keras yang orang-orang bilang itu guntur. Bahkan terkadang muncul cahaya putih bagaikan lampu kamera.

Tetes demi tetes, air itu turun.
Cess.. Tanganku menjadi daratan.
Nampaknya kau mulai ingin mengunjungi makhluk bumi. Selamat datang rintik hujan, lama tak jumpa. Kita semua menunggumu. Silahkan pilih, mau mendarat dimana. Begitu banyak tempat disediakan Tuhanmu untuk kau singgahi. 

Namun kau harus tetap ingat, jangan lupa berkumpul dengan teman-temanmu. Jika kau berkumpul, pastilah manusia akan lebih bergembira. Berkumpullah di sungai, atau malah kau lebih suka di laut. 

Pesan untukmu.
Jika Tuhan mulai menghentikan pasukanmu untuk turun ke bumi, jangan pelit ya untuk mengajak teman cantikmu. Ya, teman cantik nan indah dan berwarna-warni itu. Mintalah pelangi menengok kami, walau sebentar. 

 Hujan, jangan bosan ya mengunjungi kami para penghuni bumi. Semoga kedatanganmu akan selalu membawa berkah bagi kami.

English in Error


25 Kesalahan Bahasa Inggris Mahasiswa

Referensi yang digunakan dalam posting ini adalah dari buku karangan Michael Swan yang berjudul Practical English Usage edisi ketiga. Judul yang ditawarkan Swan yaitu “Even very advanced students can make mistakes – nobody’s perfect! Here are 25” jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “Bahkan Mahasiswa yang sangat mahir pun bisa melakukan kesalahan – tidak ada manusia yang sempurna! Ini dia 25 Kesalahan Mereka”. Mengadaptasi judul tersebut, saya member judul posting ini menjadi “25 Kesalahan Bahasa Inggris Mahasiswa Pintar!!” seperti yang diungkap Swan, Check these out!!!

No
Jangan katakan/tulis
Katakan/tulis
1
No doubt the world is getting warmer
There is no doubt the world is getting warmer
2
I can’t think of anybody whom to invite
I can’t think of anybody to invite
3
My father, whom we hope will be out of hospital soon, …..
My father, who we hope will be out of hospital soon, ….
4
Would you follow me wherever I would go?
Would you follow me wherever I went?
5
We all have to live in the society
We all have to live in society
6
The number of the unemployed is going up
The number of unemployed is going up
7
She was showing tiredness signs
She was showing signs of tiredness
8
She works the hardest when she’s working for her family
She works hardest when she’s working for her family
9
I’m thankful for your help
I’m grateful for your help
10
We talked about if it was ready
We talked about whether it was ready
11
What live in those little holes?
What lives in those little holes?
12
Some people are interested, but the majority doesn’t care
Some people are interested, but the majority don’t care
13
It mustn’t be the postman at the door. It’s only 7 o’clock
It can’t be the postman at the door. It’s only 7 o’clock
14
A third of the students is from abroad
A third of the students are from abroad
15
Except Angie, everybody was there
Except for Angie, everybody was there
16
I wish you felt/would feel better tomorrow
I hope you feel better tomorrow
17
The train must be late, as it happened yesterday
The train must be late as happened yesterday
18
When I wrote my letters, I did some gardening
When I had written my letters, I did some gardening
19
When I had opened the door, the children ran in
When I opened the door, the children ran in
20
Stefan can never return back to his country
Stefan can never return to his country/go back to his country
21
Will you go and see me when I’m in hospital?
Will you come and see me when I’m in hospital?
22
May you go camping this summer?
Do you think you’ll go camping this summer?
23
My cousin works for the NATO
My cousin works for NATO
24
My wife will be angry unless I’m home by 7.00
My wife will be angry if I’m not home by 7.00
25
We were poured water on
We had water poured on us. (Water was poured on us)

Memang tidak ada yang sempurna, bahkan mahasiswa ataupun dosen sekalipun memiliki banyak kesalahan. Semoga dengan merenungi kesalahan-kesalahan diatas, kita bisa terus waspada dalam mempelajari Bahasa Inggris dan semoga saja kesalahan-kesalahan yang sering kita lakukan dapat membuat kita semakin serius dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris yang kita miliki. Sekian dan See yo…


taken from http://www.englishindo.com/2011/04/25-kesalahan-bahasa-inggris-mahasiswa.html retrieved on 9 October 2012


Kau Anak Nakal



      Perasaan kesal dan jengkel berkecamuk dalam hati. Bertemu dengan lelaki kecil yang penuh tingkah dan sulit untuk diam. Seakan tak peduli denganku yang terus mencoba menenangkannya, terus saja dia usil dan menggangu teman sebayanya.


      Ingin aku cubit saja, sebagai penjera atas tingkahnya yang konyol. Tapi itu bukan cara yang dibenarkan. Aku diamkan saja, mungkin memang aku yang tak bisa memahami karakternya. Tapi lihatlah, meski temannya lebih memilih untuk diam dan kembali ke jalan yang benar. Lagi-lagi ada hal yang membuatmu tertarik.



      Tak ada teman pohonpun jadi. Terus saja kau asik dengan mainan barumu itu. Padahal tak ada respon sedikitpun dari mainanmu itu, masih saja kau heboh dengan sendirinya.


      Selamat, kau berhasil menaklukan tiga orang dewasa dalam kontes menaklukan lelaki kecil. Jika bukan karena ulahmu yang sudah sangat keterlaluan. Hanya satu kata. "SABAAR"

Baru satu jam.

      Kau memang hebat. baru saja aku mengenalmu, dan mencoba memahami duniamu yang penuh imajinasi itu dan hasilnya gagal. Aku tak berhasil membuatmu berubah bersikap manis. Nakal sekali kamu nak, ntah bagaimana caranya agar kau terkesan seperti anak kecil lain yang lucu dan menggemaskan.


 Pasti ibumu kasihan ya, punya anak sepertimu. Tiap hari harus menghadapi bocah kecil yang tak biasa. Ada saja hal-hal aneh yang terus kau lakukan. Aku saja yang baru beberapa menit, tak tahan berurusan denganmu. Entah itu pertanda kau akan tumbuh jadi anak yang aktif, atau apa aku tak tahu.


       Tapi lihatlah, ternyata aku salah. Ibumu sangat sabar, terlihat dari raut mukanya yang selalu tersenyum kala menjemput pahlawan kecilnya yang nakal. Diapun sangat antusias mendengarkan perkembanganmu hari ini. Meski, aku tahu hari ini kau tak begitu serius belajar seperti teman-temanmu.


      Ibu memang selalu baik pada anaknya, tak peduli apakah anaknyapun baik padanya. Mas Yasiin, kau akan selalu jadi pahlawan buat Ibumu, semoga kelak kau tak akan mengecewakannya. aamiin.. ^_^

Hikmah dari Tertipu Diskon



Belanja, siapa yang tak suka. Adakah? mungkin yang tak suka adalah kaum adam. dan siapa lagi? Aku, ya aku. "ketika tak ada uang yang bisa dibuat untuk belanja". hehe.


Belanja merupakan satu aktifitas yang sangat digemari. Tak terkecuali aku. Entah kenapa setiap kali berkunjung ke pusat-pusat penjualan seperti pasar, toko, atau supermarket pastilah mataku akan terbelalak melihat barang-barang yang dipajang disana. Apalagi kalo urusan serba-serbi cewe, seperti baju, tas, sepatu, assesoris, yang semakin membuat ngiler ketika liat yang kinclong dikit.

Bersyukur lah bagi kalian yang bisa membeli barang-barang incaran dengan mudahnya, karena punya cukup rejeki. Bagaimana kalau hanya punya duit ala kadarnya? Pastilah tak sembarang hal bisa terbeli. Ujung-ujungnya pasti cuma beli barang yang memang benar-benar dibutuhkan.

Ini cerita diilhami dari kisah cewe yang secara material standart aja. Bisa dibilang pas-pas an, tapi begitulah semua wanita pasti punya sisi feminisme. Salah satunya ya belanja itu.

Ceritanya cuma punya duit secukupnya nih, tapi pengen beli ini itu. Dengan gaya dan pedenya hunting barang di mall. Ternyata yang diincar barang dengan kualitas oke. Gak salah de kalo uang tak mencukupi. Hehe.

Terus gimana? Yaudah cari yang lain(dengan hasrat yang masih menggebu-gebu atas barang tadi). Untuk lebih praktisnya, supaya ga kehabisan tenaga dan waktu langsung aja ke barang diskon. Kira-kira dapet ga ya?

Belanja barang diskon, OK lah aku dapet ni barang yang aku pengen. Dengan berbangga diri karena dapet barang dengan harga miring dan good appearance (keliatan bagus). Perasaan cewe kalo bisa beli barang murah dan bagus itu gimana gitu, puas dan wanita banget lah poko’nya.

Sampai rumah langsung cek ulang barang belanjaan. Dan oh my God, malangnya aku ketipu diskon. Ternyata bajuku kancingnya ilang satu, dan yang satunya ada lubang di kerahnya. Waduh nyesel deh kenapa tadi ga diteliti dulu, huu ceroboh. Mungkin ini lagi ga beruntung, It’s ok lah tetep disyukuri aja toh juga gara-gara tertipu aku jadi lebih harus extra hati-hati beli barang diskon. Dan, hore! sekarang aku bisa masang kancing baju, :D

Sebenarnya kalo lebih jeli lagi milih barang diskon bisa kog dapet yang bagus. Selain itu mungkin faktor keberuntungan kali ya, kebetulan pas hari itu lagi ga banyak berdo’a. hehehe.

Wassalam..


Lebih Dekat dengan Rokok Kretek Kudus



Sedikit Tentang Rokok


Merokok adalah salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Seiring perkembangan zaman, rokok semakin dilengkapi dengan berbagai macam bahan yang mungkin lebih mementingkan kenikmatan dan mengesampingkan fungsi rokok itu sendiri.

Pada zaman dahulu, rokok adalah salah satu obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat di pedesaan. Rokok semakin populer, dan beralih fungsi hingga menjadi seperti yang sering kita jumpai saat ini. Orang-orang pedesaan, memanfaatkan rokok sebagai obat asma. Rokok semakin berkembang pesat, khususnya di kota Kudus, Jawa Tengah. Oleh karenanya, kudus dikenal dengan julukan Kota Kretek.

Tahukah kalian tentang asal usul kata “kretek” itu? Kata kretek sendiri berasal dari bunyi yang dihasilkan oleh suara hisapan rokok. Konon. Rokok ditemukan oleh penduduk desa di kota Kudus yang bernama Jamhari sebagai obat hisap yang terbuat dari cengkeh dan tembakau. Pembungkus rokok berasal dari kulit jagung yang dikeringkan. Karena sangat diminati penduduk, lambat laun rokok semakin dikembangkan dan mungkin fungsi asli rokok sebagai penyembuh mulai hilang.

Kini rokok bukan sebagai obat tradisional lagi, melainkan sebagai salah satu penyebab rusaknya organ tubuh seperti paru-paru dan jantung. Kandungan kimiawi rokok juga ada yang bersifat karsinogen. Bukan hanya bagi perokok, dampak yang ditimbulkan juga berimbas bagi perokok pasif. Asap yang diembuskan para perokok , akan lebih berbahaya bagi perokok pasif, karena kandungan racun akan meningkat dan dapat bertahan beberapa jam lamanya dalam ruangan saat rokok padam.

Itulah sedikit gambaran tentang perkembangan rokok dari fungsi asli rokok hingga berbagai dampak dari rokok.

Sekian, dan terimakasih...

Tulisan ini merupakan tugas dari tempat dimana saya berlatih membuat tulisan untuk pertama kali. Sebelum menulis, saya dan teman-teman telah mengunjungi museum Kretek yang bertempat di Kudus. Jadilah tulisan ini sebagai hasil dari observasi dan wawancara kami. Tulisan ini sedikit saya revisi sebelum diposting..

Cita-Cita


Bismillahirrahmanirrahim.
Pernah suatu saat guruku bertanya, sebenarnya si bukan hanya aku yang ditanyai :D. pertanyaanya adalah,"apa cita-cita kalian ketika besar nanti?". Akupun menjawab, "jadi dokter bu," "wah cita-cita yang bagus"  sahut si ibu guru. Waktu aku kecil dulu, pertanyaan semacam itu sering dilontarkan padaku. Dan jawabanku pun masih tetap, dokter. sekalipun berubah, pasti jawabanku yang setara dengan profesi si dokter, paling tidak “dosen”. benar-benar tinggi ya cita-citaku dulu. hehe
Jika kau tanya, apa alasan aku dulu ingin menjadi dokter mungkin aku tak bisa menjawab. Sepertinya aku hanya terbawa teman-temanku saja. Tapi kau pasti setuju kalau profesi dokter adalah baik dan semua anak pasti menginginkannya. terbukti banyak teman-temanku dulu yang ingin menjadi dokter. Selain itu apa gara-gara dulu aku seringnya denger lagu boneka susan ya, yang ditanya cita-citanya terus ngakunya pengen jadi dokter soalnya bisa nge'njus' alias nyuntik orang.
Lalu apa kabarnya cita-citaku sekarang? Apakah aku masih terobsesi menjadi seorang dokter? (dokter lagi). :D
Tapi tahukah kamu, kini ketika aku mulai beranjak dewasa, (sok dewasa ya, pdahal ga da dewasa-dewasanya) aku mulai jarang ditanyai perihal cita-citaku. Kenapa yah, apa itu  pertanyaan hanya khusus untuk anak-anak. Entahlah, tapi kadang terlintas di benakku saat seseorang bertanya padaku kini tentang masa depanku, aku takkan berani menjawab dengan jawaban selantang ketika aku kecil dulu. Paling-paling aku hanya akan tersenyum, karena belum jelas jluntrungnya aku. Atau aku akan menjawab “wallahu’alam kalo diterusin ya bisshawab”. hehehe
Kenapa seperti itu, karena sepertinya aku ga akan menjadi dokter seperti cita-citaku waktu kecil dulu. Sebenarnya ada sih usaha untuk merealisasikan impianku itu. Minimal aku di SMP pernah bergabung di organisasi Palang Merah Remaja (PMR), lumayan lho kiprahku dulu (ceile..). Aku juga menggemari pelajaran biologi, dan di SMA dan ‘kecemplung’ di jurusan yang anggapan orang-orang itu adalah jurusan terbaik dan favorit apalagi kalo bukan IPA. Lumayan ada bakat kan, he sok ke PeDean.
Tapi pemirsa, tiba-tiba kog anganku berubah ketika di IPA aku harus menyukai ‘mereka’; Matematika, Fisika, Kimia yang notabene adalah ‘pegangan’ seorang calon dokter. Aku tak suka ilmu hitung menghitung pemirsa. Susah ya buat bisa ngeraih cita-cita. Sebenarnya masih ada banyak sekali hambatan dan rintangan yang harus dihadapi kedepannya untuk bisa menjadi seorang dokter.
Dan kesimpulannya, cita-cita menjadi seorang dokter hanya indah didengar oleh penanyaku waktu kecil dulu. Maaf ya ga bisa ditepatin, maklumin aja namanya juga anak kecil, sukanya berimajinasi. Tapi setidaknya aku sudah memberikan jawaban yang enak didengar kan Pak, Bu.. hehehe.
Itulah sedikit tentang cita-cita masa kecilku, dan usaha yang telah aku lakukan untuk mewujudkannya. Entah itu karena aku terlanjur malu karena aku telah memproklamirkan bahwasanya aku ingin jadi dokter, atau memang panggilan jiwa. Tapi apa boleh buat, aku tak berdaya, tak sanggup otak ini berpikir terlalu tinggi.
Hikmah yang bisa diambil dari pengalaman ini adalah untuk meraih cita-cita kita itu nggak semudah ketika kita menggembar gemborkannya di hadapan khalayak publik. Jadi butuh persiapan dan usaha yang benar-benar kuat. Selain itu, aku bisa menyimpulkan bahwa sebagian besar angan-angan di waktu kecil itu hanya bohong belaka, bukan merupakan jawaban dari hati. Hehehe (lagi).
Wassalam..

Cinta Sejati Dalam Islam








Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.



“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.


الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

***

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com

Footnote:

1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”




up