That was a Food Vendor


:: Putu Bumbung
 
   In the middle of rain, in the day where I am going to enjoy my rest. Thank you because now You give me the chance AGAIN to gather with them. People who always there beside me whatever I am..

   Allah, it seems You still want this evening is wet. My lovely city is covered by water. Hmm, so cold now but it is OK, if I’m with you… over at 08.00 pm, yeah my mom and I already lie on my bed. But I still want to do something before sleeping, while my mom directly closed her eyes and Zzz….

   When I was playing my computer, suddenly I heard a sound. It mixed with the sound of computer fan, at that time I was thinking that my computer got a serious trouble. It will happen if the computer is used in a long time. It will be hot and produce a sound. OMG, and the sound was getting louder. But wait, I know that sound. It likes sound of food vendor. I was so nervous, what should I do then? But, the sound was so familiar for me.

   The day was still rainy hard and the street was so quiet. Moreover the melody of frog ‘orchestra’ made this night signed that nobody wants to go outside from their home. Hey, back to the strange sound that bothered me. Actually I was right that it is a food vendor, yeah 'putu bumbung'.  Straightly I wish,

 “Please, protect the vendor and hopefully he can go home by bringing much money for his children”

   In the rainy night day with a storm, luckily if Allah place us in our home that we will be safety. We can gather with our family and enjoy the day. But look outside, some people feel cold and hungry..  

                                                                                                22:15 (midnight)




Like a Butterfly


Seperti Kupu-Kupu


 
Bagai telur yang berubah menjadi ulat

Ulat yang menjelma menjadi sebuah kepompong

Lalu dalam waktu yang cukup lama kepompong bersarang, lahirlah kupu-kupu

Keindahan yang datang bukan secara tiba-tiba, namun berproses dalam tiap fase hidupnya

Mengagumi salah satu makhluk ciptaanMu yang begitu cantik dan selalu menghadirkan keindahan bagi setiap manusia yang memandangnya. Terbang kesana kemari tanpa pernah mengganggu siapapun. Bahkan bunga yang madunya dihisap olehnyapun berterimakasih, karena membantunya hidup lebih baik.

Kupu-kupu cantik, jarang sekali aku menjumpaimu saat ini. Aku tahu untuk menjadi sepertimu itu tak mudah. Bukan magic yang dengan cepat menghadirkanmu ke bumi ini. Tapi tangan Allah lah yang menguatkanmu bertahan.

Bertahan dari sebutir telur yang diletakkan indukmu di pucuk dedaunan, dalam kepasrahan kau bertahan hingga Allah merubahmu menjadi larva. Kaupun tak tahu wujud apa yang akan kau jalani, entah ulat lucu yang bersahabat atau ulat berbulu yang manusia tak suka karena racun yang kau bawa.

Tak lama kaupun harus segera dipaksa untuk berfase dalam suatu keprihatinan. Wujudmu akan berubah menjadi kepompong yang bergelantung di ranting dan dedaunan. Terdiam dalam rejutan benang yang kau buat sendiri, rapuh dan terlihat tenang. Tetapi sebenarnya saat itu kau sedang berproses menuju sosok dirimu yang dinanti-nantikan.

Aku Tetap 'Berjalan'

 “ Maaf, sementara ini kamu tak bisa menitipkan kue-kue di 
  koperasi siswa lagi karena telah ada yang mengisi dengan  
  makanan yang lain. Saya akan menghubungi kamu lagi jika ada
  tempat kosong. Dan jika ada waktu mampirlah untuk mengambil 
  uang penjualan kue kemarin”

     Baru saja kubuka sms dari bu Asih, penjaga koperasi siswa SD Harapan. Nafasku seakan sesak ketika membaca rangkaian kalimat yang singkatnya bermaksud aku tak bisa lagi menitipkan kue buatan ibu. Anita, temanku yang memberitahu sms itu karena memang aku tak punya HP. Alhamdulillah dia berbaik hati untuk memberikan nomernya pada bu Asih.

“Mulai besok, aku tak bisa menitipkan kue lagi. Apa kata ibu nanti ya?” dengan terbata-bata kuceritakan hal ini pada Nita. Sebenarnya hatiku bergemuruh menahan sesak dan hampir saja air mataku jatuh. Tapi tidak, aku tak boleh lemah dihadapan temanku. Aku ingat kata ibu, hanya Allah yang bisa mengasihaniku.

“Bagaimana bisa begitu, bukankah sudah tiga minggu kau menitipkan kue dan selalu habis terjual? Aku yakin kue buatan ibumu itu enak dan banyak anak-anak menyukainya “  Anita temanku yang baik hati ini seakan tidak terima dan memandangku heran mengapa ini terjadi.

     Selang beberapa menit tampak sepeda motor  berwarna biru muda berhenti di depan sekolah kami. Seorang wanita membuka penutup helmnya dan tersenyum.

“ Itu mamaku, aku pulang dulu ya Nun, besok ketemu lagi ya . Daa daa”

     Aku hanya tersenyum melihatnya berlari, dan tak lama diapun hilang bersama Ibunya yang ramah dan ayu itu. Kembali lagi aku memikirkan kue Ibu, nampaknya Nita dan mamanya cukup mengalihkan pikiranku kedunianya yang begitu bahagia. Ibu, bagaimana nasib kue-kue Ibu nanti. Yang lebih penting lagi uang komisi kue yang aku titipkan ini sudah kujatah untuk menabung. Sedikit demi sedikit kukumpulkan untuk membayar jam tambahan kelas karena aku sekarang kelas enam SD.

   

Just Stay at Home


     Mencurahkan isi hati kedalam tulisan, dan entah apalah jadinya. Apakah aku akan lebih lega? Atau biasa saja dan baiknya aku akan puas karena isi hatiku tersusun rapi dalam bait-bait kata yang tersambung dan berjajar indah yang kapan saja bisa kuingat dengan membacanya.

    Manusia, wajar saja mempunyai berbagai konflik dalam hidupnya. Entah itu masalah yang nyata dan terlihat atau masalah batin yang hanya diri sendiri yang mengerti. Dan karena itulah diri bergegas untuk mencoba mewujudkan masalah itu ke dalam bentuk tulisan.

     Kita tak dapat melihat apakah seseorang sedang bahagia, atau sedih hanya karena rupa wajahnya. Tapi, semua itu terwakili oleh keadaan hati. Dan ini, datang dari sebuah hati yang sepi. Padahal saat itu nyatanya aku sedang bersama beberapa orang yang menemaniku.

     Tak ada kepastian yang menyatakan jika seseorang berada di tempat yang ramai, maka dia tak akan merasa sepi. Didukung lagi saat ini hari hujan dan gelap. Sudahlah kuhabiskan Sunday morning di depan layar monitor. Langsung saja aku on line, kebetulah ada modem berfungsi. Tak menunggu waktu lama log in facebook dan taa raa seperti biasa status baru teman-teman maya bermunculan.

     Selang beberapa menit muncul kotak merah dari bawah yang ternyata itu chat dari temanku. Lumayan lah mengobati galauku saat ini karena memang lagi berharap ada teman chatting. Awalnya sih enak ngobrolnya,

“Eh, tahun baru mau kemana?”

“Di rumah aja sepertinya,”

“Mau nggemukin badan ya?”

“Haha”

“Belum pernah kan ngrasain tahun baru sama someone? mantab tenan loh”

(jleep) seketika diriku tambah galau saja diserang kalimat itu. Tapi bukan aku kalau sekedar diiming-imingi kaya gitu langsung terpojok. Langsung saja kubalas pesanmu.

" week, terus aku musti bilang wow???”

     Aku baik-baik saja tahun baru duduk manis di rumah. Toh tahun baru juga sekedar habisnya waktu satu tahun dan berganti di tahun selanjutnya. Paling bedanya Cuma kalender di rumah akan terganti dengan yang baru. So, santai saja kawan J




Hello my Rain




 Selamat Datang Hujan

Menginjak bulan desember,  akan datang suatu musim. Musim dimana Tuhan menurunkan air yang berlimpah.

Melalui awan gelap yang menjadi tanda, berteman suara keras yang orang-orang bilang itu guntur. Bahkan terkadang muncul cahaya putih bagaikan lampu kamera.

Tetes demi tetes, air itu turun.
Cess.. Tanganku menjadi daratan.
Nampaknya kau mulai ingin mengunjungi makhluk bumi. Selamat datang rintik hujan, lama tak jumpa. Kita semua menunggumu. Silahkan pilih, mau mendarat dimana. Begitu banyak tempat disediakan Tuhanmu untuk kau singgahi. 

Namun kau harus tetap ingat, jangan lupa berkumpul dengan teman-temanmu. Jika kau berkumpul, pastilah manusia akan lebih bergembira. Berkumpullah di sungai, atau malah kau lebih suka di laut. 

Pesan untukmu.
Jika Tuhan mulai menghentikan pasukanmu untuk turun ke bumi, jangan pelit ya untuk mengajak teman cantikmu. Ya, teman cantik nan indah dan berwarna-warni itu. Mintalah pelangi menengok kami, walau sebentar. 

 Hujan, jangan bosan ya mengunjungi kami para penghuni bumi. Semoga kedatanganmu akan selalu membawa berkah bagi kami.

English in Error


25 Kesalahan Bahasa Inggris Mahasiswa

Referensi yang digunakan dalam posting ini adalah dari buku karangan Michael Swan yang berjudul Practical English Usage edisi ketiga. Judul yang ditawarkan Swan yaitu “Even very advanced students can make mistakes – nobody’s perfect! Here are 25” jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “Bahkan Mahasiswa yang sangat mahir pun bisa melakukan kesalahan – tidak ada manusia yang sempurna! Ini dia 25 Kesalahan Mereka”. Mengadaptasi judul tersebut, saya member judul posting ini menjadi “25 Kesalahan Bahasa Inggris Mahasiswa Pintar!!” seperti yang diungkap Swan, Check these out!!!

No
Jangan katakan/tulis
Katakan/tulis
1
No doubt the world is getting warmer
There is no doubt the world is getting warmer
2
I can’t think of anybody whom to invite
I can’t think of anybody to invite
3
My father, whom we hope will be out of hospital soon, …..
My father, who we hope will be out of hospital soon, ….
4
Would you follow me wherever I would go?
Would you follow me wherever I went?
5
We all have to live in the society
We all have to live in society
6
The number of the unemployed is going up
The number of unemployed is going up
7
She was showing tiredness signs
She was showing signs of tiredness
8
She works the hardest when she’s working for her family
She works hardest when she’s working for her family
9
I’m thankful for your help
I’m grateful for your help
10
We talked about if it was ready
We talked about whether it was ready
11
What live in those little holes?
What lives in those little holes?
12
Some people are interested, but the majority doesn’t care
Some people are interested, but the majority don’t care
13
It mustn’t be the postman at the door. It’s only 7 o’clock
It can’t be the postman at the door. It’s only 7 o’clock
14
A third of the students is from abroad
A third of the students are from abroad
15
Except Angie, everybody was there
Except for Angie, everybody was there
16
I wish you felt/would feel better tomorrow
I hope you feel better tomorrow
17
The train must be late, as it happened yesterday
The train must be late as happened yesterday
18
When I wrote my letters, I did some gardening
When I had written my letters, I did some gardening
19
When I had opened the door, the children ran in
When I opened the door, the children ran in
20
Stefan can never return back to his country
Stefan can never return to his country/go back to his country
21
Will you go and see me when I’m in hospital?
Will you come and see me when I’m in hospital?
22
May you go camping this summer?
Do you think you’ll go camping this summer?
23
My cousin works for the NATO
My cousin works for NATO
24
My wife will be angry unless I’m home by 7.00
My wife will be angry if I’m not home by 7.00
25
We were poured water on
We had water poured on us. (Water was poured on us)

Memang tidak ada yang sempurna, bahkan mahasiswa ataupun dosen sekalipun memiliki banyak kesalahan. Semoga dengan merenungi kesalahan-kesalahan diatas, kita bisa terus waspada dalam mempelajari Bahasa Inggris dan semoga saja kesalahan-kesalahan yang sering kita lakukan dapat membuat kita semakin serius dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris yang kita miliki. Sekian dan See yo…


taken from http://www.englishindo.com/2011/04/25-kesalahan-bahasa-inggris-mahasiswa.html retrieved on 9 October 2012


Kau Anak Nakal



      Perasaan kesal dan jengkel berkecamuk dalam hati. Bertemu dengan lelaki kecil yang penuh tingkah dan sulit untuk diam. Seakan tak peduli denganku yang terus mencoba menenangkannya, terus saja dia usil dan menggangu teman sebayanya.


      Ingin aku cubit saja, sebagai penjera atas tingkahnya yang konyol. Tapi itu bukan cara yang dibenarkan. Aku diamkan saja, mungkin memang aku yang tak bisa memahami karakternya. Tapi lihatlah, meski temannya lebih memilih untuk diam dan kembali ke jalan yang benar. Lagi-lagi ada hal yang membuatmu tertarik.



      Tak ada teman pohonpun jadi. Terus saja kau asik dengan mainan barumu itu. Padahal tak ada respon sedikitpun dari mainanmu itu, masih saja kau heboh dengan sendirinya.


      Selamat, kau berhasil menaklukan tiga orang dewasa dalam kontes menaklukan lelaki kecil. Jika bukan karena ulahmu yang sudah sangat keterlaluan. Hanya satu kata. "SABAAR"

Baru satu jam.

      Kau memang hebat. baru saja aku mengenalmu, dan mencoba memahami duniamu yang penuh imajinasi itu dan hasilnya gagal. Aku tak berhasil membuatmu berubah bersikap manis. Nakal sekali kamu nak, ntah bagaimana caranya agar kau terkesan seperti anak kecil lain yang lucu dan menggemaskan.


 Pasti ibumu kasihan ya, punya anak sepertimu. Tiap hari harus menghadapi bocah kecil yang tak biasa. Ada saja hal-hal aneh yang terus kau lakukan. Aku saja yang baru beberapa menit, tak tahan berurusan denganmu. Entah itu pertanda kau akan tumbuh jadi anak yang aktif, atau apa aku tak tahu.


       Tapi lihatlah, ternyata aku salah. Ibumu sangat sabar, terlihat dari raut mukanya yang selalu tersenyum kala menjemput pahlawan kecilnya yang nakal. Diapun sangat antusias mendengarkan perkembanganmu hari ini. Meski, aku tahu hari ini kau tak begitu serius belajar seperti teman-temanmu.


      Ibu memang selalu baik pada anaknya, tak peduli apakah anaknyapun baik padanya. Mas Yasiin, kau akan selalu jadi pahlawan buat Ibumu, semoga kelak kau tak akan mengecewakannya. aamiin.. ^_^
↑
up