Tampilkan postingan dengan label just inspire. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just inspire. Tampilkan semua postingan

Sebelum Berbelanja :)

Hai ladies,
Oiya, sekedar bercerita tentang kesibukan seorang wanita di era 2013an ini. Sebenarnya sih gak jauh beda dengan perempuan masa dulu, hanya saja sekarang kebutuhan kita (baca: wanita) lebih kompleks. Dan produk-produk kewanitaan pun sekarang, ih woow semakin bervariasi. Mulai dari fashion, kosmetik, sampai pasangan.. #eeeh

Alhamdulillah, saya bukan tipe perempuan yang selalu mengikuti setiap perkembangan mode. Malah cuma sekedar tahu dan menjadi good audience aja, hehe. Kalau bicara tren yang lagi happening, pasti gak jauh-jauh sama yang namanya shopping. Lha apalagi kita, kaum hawa yang memang tak terpisahkan dengan aktifitas ini.

Lalu, apakah cara belanja saat ini mengalami perubahan seperti barang yang diperjual belikan? Aku jawab iya. Karena seperti yang kita tahu sekarang ini belanja on-line telah marak terjadi di sekitar kita. Apa-apa lewat internet. Yang belum ada adalah belanja sayur lewat internet, hoho. Jangan ah, nanti kampung saya jadi aneh kalau pagi-pagi sepi tanpa tukang sayur. 

Disaat yang lain telah lihai bertansaksi barang lewat internet, sampai sekarang malah aku belum pernah sekalipun mencoba. Tahu kenapa? gak puas aja sih rasanya, soalnya gak bisa berjumpa langsung dengan barang incaran. Kan kalau tiba-tiba gak cocok barangnya gak bisa dituker, terus kadang juga antara gambar sama aslinya gak sama. Yasudahlah itu kan urusan pribadi masing-masing.

Sampai sekarang sih aku belanjanya masih cara manual di pusat perbelanjaan terdekat. Selain hemat, ada banyak keuntungan yang bisa didapat. Gambar-gambar berikut adalah yang biasanya dilakukan saat belanja di pasar.












Gambar di atas dan di samping ini menunjukkan betapa beragamnya jenis barang yang ditawarkan. Rasanya akan lebih sreg kalau bisa milih satu dari yang begitu banyak itu. Hehe










(Bukan) Sekedar Mengingat


Hanya sekelumit percakapan seorang Ibu dengan anak perempuan kecilnya.


“ Bu, dapatkah kau ceritakan padaku seperti apa sosok Ayah itu?”

“ Baiklah, Ibu akan ceritakan. Dengarkan baik-baik” Sang Ibu mulai terdiam sejenak dan memandang kosong kearah langit.

“Cepat bu, aku tidak sabar igin mendengarnya” pinta si anak memaksa.

“Ayahmu adalah pria yang tampan dimata ibu, …. “ Dan si ibu menjelaskan dengan detail bagaimana rupa ayah lengkap dengan sifat dan karakternya.

“Mengapa ibu bisa sehafal itu mengingat ayah? Padahal sudah lama sekali Ayah pergi meninggalkan kita.”

“Kau tahu nak, Allah menciptakan otak kepada semua makhlukNya. Khususnya manusia, Allah melebihkan fungsinya. Dari otak kita bisa berfikir, dan mengingat banyak hal.”

“Bukankah manusia juga bisa lupa?”

“Oh, bisa sekali. Lupa juga merupakan salah satu tugas dari otak kita.”
Sambil mengrenyitkan dahi si anak semakin penasaran.

Jangan (takut) memberi




   Memberi dan diberi adalah suatu kepastian yang terjadi dalam hidup. Sebagai manusia biasa, yang tak bisa hidup tanpa orang lain atau dengan kata lain makhluk sosial transaksi ini sering sekali terjadi. Jika tidak diberi maka kita memberi. Ya, tak mungkin kita akan selalu memberi dan tak pernah menerima apapun dari orang lain.

   Tetapi dalam kenyataanya orang yang bermateri lebih banyak akan selalu berpeluang memberi. Karena memang hidup ini saling melengkapi. Bayangkan jika semua orang memberi, maka siapa yang akan menerima pemberian itu? Hehehe (ngarang tapi masuk akal)

   Terkadang meskipun kita merasa bukanlah orang yang pantas untuk memberi sesuatu, tetapi hasrat untuk menyenangkan seseorang itu ada terus bagaimana? Nah ini adalah beberapa pemikiran bodoh yang muncul ketika kita hendak memeberi sesuatu pada seseorang yang sebenarnya dia bisa kog beli sendiri .. ( kesannya kog merendah.. :I  )

# Kira-kira dia bakal suka gak ya..
# Ah, dia kan udah punya banyak yang kaya gini
# Ini kog ga sebanding sama brand yang dia punya
# Paling-paling juga gak dipake
# Duh, kalo dibuang sayang kan uang dan tenaga yang udah dikeluarin
# (Apalagi kalo sampe bawa-bawa orang lain,) Paling ntar kakaknya (atau siapa) juga bisa beliin.

   Nah lo, kalo udah kaya gini pasti niat baik kita akan mandeg. Setelah mengalami dua puluh tahun proses hidup, sepertinya saya telah mendapatkan sebuah ilmu memberi. Tentu saja jika anda mengalami hal-hal tersebut diatas.

   Gak ada salahnya berpikir dulu sebelum memberi, tetapi jangan sampai kebeblasan. Pikirkan dulu apakah pemberian kita itu layak diberikan. Lalu setelah itu sebaiknya lupakan poin-poin diatas, karena itu hanya akan menghambat pahala. Langsung saja, urusan dia mau berkomentar apa-apa that is what’s next and not your field.  Yang terpenting adalah niat baik kita menyenangkan orang lain. So, tunggu apa lagi?

Let’s spread the happiness guys!” (っ ̄³ ̄)っ ~♡



You are here for me


 Permata Hati yang Tersisa


Seperti biasanya, hari ini Rini berangkat mengajar anak-anak TPQ di surau desa tempat dirinya tinggal. Bersama sepeda jengki berwarna hitam, begitu kencang dia mengayuh.  Jadwal hari minggu adalah ba’dal maghrib dan itu tandanya perjalanan harus berteman gelap. Dipandangannya tampak tikungan gang terakhir yang diingatnya lewat tanaman melati yang merambat di dinding.
Bau semerbak melati telah menyentuh indera penciuman, tak salah lagi dia akan segera sampai. Tak lupa Rini membunyikan bel sepeda sebelum membelokkan sepedanya.

“Kriing-kriing-kriing-kriing”

Bunyi sepeda terdengar cukup keras hingga mengagetkan seorang wanita paruh baya yang berjalan bersama gadis kecil di sisi kirinya. Ibu berkerudung coklat itupun menoleh kearah pemilik bunyi bel sepeda.

“Bu guru, “ ungkapnya lirih.

Rini hanya mendengar, tak langsung berbalik sapa karena memang si Ibu tak menyapa. Maklum, Rini baru beberapa minggu mengajar dan belum begitu akrab  dengan murid-muridnya. Lalu dipinggirkannya gadis kecil murid TPQ Rini itu. Sebagai gadis jawa yang mengerti tata krama tak lantas ia sekedar melewati mereka.

“Monggo bug, saya duluan nggih” sapanya. Dan tak lama dia sampai di langgar tempatnya mengajar mengaji. Lagi-lagi surau masih tampak sepi, dan parahnya lagi pintu masih tertutup rapat.
Masih ada waktu dua puluh menit dan Rini memutuskan untuk duduk di beranda sambil menunggu anak-anak datang.
“Salim sama bu guru,” suara ibu murid Rini yang tadi bertemu di jalan terdengar samar namun jelas maksudnya. Ida adalah murid Rina yang paling rajin dan pintar. Dia selalu datang pertama kali sebelum teman-temannya. Ibu Ida Nampak sangat menyayangi anak perempuannya itu. Terbukti dengan tak pernah sekalipun ibunya absen mengantar mengaji.

Pernah suatu hari Rini mendengar percakapan antara dua Ibu-ibu yang salah satu diantaranya adalah Ibu si Ida.
“Putranipun pinten bu? “ (anaknya berapa?) Tanya ibu dari salah satu murid kepada Ibu Ida.
“Riyen sekawan, kantun kaleh. Lha niki ingkang ragil kaliyan mbake” (dulu empat, tinggal dua. Lha ini yang paling kecil dan kakak perempuannya) sambil menjawab Ibu Ida nampak murung dan sedikit berberat hati bercerita.


Like a Butterfly


Seperti Kupu-Kupu


 
Bagai telur yang berubah menjadi ulat

Ulat yang menjelma menjadi sebuah kepompong

Lalu dalam waktu yang cukup lama kepompong bersarang, lahirlah kupu-kupu

Keindahan yang datang bukan secara tiba-tiba, namun berproses dalam tiap fase hidupnya

Mengagumi salah satu makhluk ciptaanMu yang begitu cantik dan selalu menghadirkan keindahan bagi setiap manusia yang memandangnya. Terbang kesana kemari tanpa pernah mengganggu siapapun. Bahkan bunga yang madunya dihisap olehnyapun berterimakasih, karena membantunya hidup lebih baik.

Kupu-kupu cantik, jarang sekali aku menjumpaimu saat ini. Aku tahu untuk menjadi sepertimu itu tak mudah. Bukan magic yang dengan cepat menghadirkanmu ke bumi ini. Tapi tangan Allah lah yang menguatkanmu bertahan.

Bertahan dari sebutir telur yang diletakkan indukmu di pucuk dedaunan, dalam kepasrahan kau bertahan hingga Allah merubahmu menjadi larva. Kaupun tak tahu wujud apa yang akan kau jalani, entah ulat lucu yang bersahabat atau ulat berbulu yang manusia tak suka karena racun yang kau bawa.

Tak lama kaupun harus segera dipaksa untuk berfase dalam suatu keprihatinan. Wujudmu akan berubah menjadi kepompong yang bergelantung di ranting dan dedaunan. Terdiam dalam rejutan benang yang kau buat sendiri, rapuh dan terlihat tenang. Tetapi sebenarnya saat itu kau sedang berproses menuju sosok dirimu yang dinanti-nantikan.

Aku Tetap 'Berjalan'

 “ Maaf, sementara ini kamu tak bisa menitipkan kue-kue di 
  koperasi siswa lagi karena telah ada yang mengisi dengan  
  makanan yang lain. Saya akan menghubungi kamu lagi jika ada
  tempat kosong. Dan jika ada waktu mampirlah untuk mengambil 
  uang penjualan kue kemarin”

     Baru saja kubuka sms dari bu Asih, penjaga koperasi siswa SD Harapan. Nafasku seakan sesak ketika membaca rangkaian kalimat yang singkatnya bermaksud aku tak bisa lagi menitipkan kue buatan ibu. Anita, temanku yang memberitahu sms itu karena memang aku tak punya HP. Alhamdulillah dia berbaik hati untuk memberikan nomernya pada bu Asih.

“Mulai besok, aku tak bisa menitipkan kue lagi. Apa kata ibu nanti ya?” dengan terbata-bata kuceritakan hal ini pada Nita. Sebenarnya hatiku bergemuruh menahan sesak dan hampir saja air mataku jatuh. Tapi tidak, aku tak boleh lemah dihadapan temanku. Aku ingat kata ibu, hanya Allah yang bisa mengasihaniku.

“Bagaimana bisa begitu, bukankah sudah tiga minggu kau menitipkan kue dan selalu habis terjual? Aku yakin kue buatan ibumu itu enak dan banyak anak-anak menyukainya “  Anita temanku yang baik hati ini seakan tidak terima dan memandangku heran mengapa ini terjadi.

     Selang beberapa menit tampak sepeda motor  berwarna biru muda berhenti di depan sekolah kami. Seorang wanita membuka penutup helmnya dan tersenyum.

“ Itu mamaku, aku pulang dulu ya Nun, besok ketemu lagi ya . Daa daa”

     Aku hanya tersenyum melihatnya berlari, dan tak lama diapun hilang bersama Ibunya yang ramah dan ayu itu. Kembali lagi aku memikirkan kue Ibu, nampaknya Nita dan mamanya cukup mengalihkan pikiranku kedunianya yang begitu bahagia. Ibu, bagaimana nasib kue-kue Ibu nanti. Yang lebih penting lagi uang komisi kue yang aku titipkan ini sudah kujatah untuk menabung. Sedikit demi sedikit kukumpulkan untuk membayar jam tambahan kelas karena aku sekarang kelas enam SD.

   

Hello my Rain




 Selamat Datang Hujan

Menginjak bulan desember,  akan datang suatu musim. Musim dimana Tuhan menurunkan air yang berlimpah.

Melalui awan gelap yang menjadi tanda, berteman suara keras yang orang-orang bilang itu guntur. Bahkan terkadang muncul cahaya putih bagaikan lampu kamera.

Tetes demi tetes, air itu turun.
Cess.. Tanganku menjadi daratan.
Nampaknya kau mulai ingin mengunjungi makhluk bumi. Selamat datang rintik hujan, lama tak jumpa. Kita semua menunggumu. Silahkan pilih, mau mendarat dimana. Begitu banyak tempat disediakan Tuhanmu untuk kau singgahi. 

Namun kau harus tetap ingat, jangan lupa berkumpul dengan teman-temanmu. Jika kau berkumpul, pastilah manusia akan lebih bergembira. Berkumpullah di sungai, atau malah kau lebih suka di laut. 

Pesan untukmu.
Jika Tuhan mulai menghentikan pasukanmu untuk turun ke bumi, jangan pelit ya untuk mengajak teman cantikmu. Ya, teman cantik nan indah dan berwarna-warni itu. Mintalah pelangi menengok kami, walau sebentar. 

 Hujan, jangan bosan ya mengunjungi kami para penghuni bumi. Semoga kedatanganmu akan selalu membawa berkah bagi kami.

Hikmah dari Tertipu Diskon



Belanja, siapa yang tak suka. Adakah? mungkin yang tak suka adalah kaum adam. dan siapa lagi? Aku, ya aku. "ketika tak ada uang yang bisa dibuat untuk belanja". hehe.


Belanja merupakan satu aktifitas yang sangat digemari. Tak terkecuali aku. Entah kenapa setiap kali berkunjung ke pusat-pusat penjualan seperti pasar, toko, atau supermarket pastilah mataku akan terbelalak melihat barang-barang yang dipajang disana. Apalagi kalo urusan serba-serbi cewe, seperti baju, tas, sepatu, assesoris, yang semakin membuat ngiler ketika liat yang kinclong dikit.

Bersyukur lah bagi kalian yang bisa membeli barang-barang incaran dengan mudahnya, karena punya cukup rejeki. Bagaimana kalau hanya punya duit ala kadarnya? Pastilah tak sembarang hal bisa terbeli. Ujung-ujungnya pasti cuma beli barang yang memang benar-benar dibutuhkan.

Ini cerita diilhami dari kisah cewe yang secara material standart aja. Bisa dibilang pas-pas an, tapi begitulah semua wanita pasti punya sisi feminisme. Salah satunya ya belanja itu.

Ceritanya cuma punya duit secukupnya nih, tapi pengen beli ini itu. Dengan gaya dan pedenya hunting barang di mall. Ternyata yang diincar barang dengan kualitas oke. Gak salah de kalo uang tak mencukupi. Hehe.

Terus gimana? Yaudah cari yang lain(dengan hasrat yang masih menggebu-gebu atas barang tadi). Untuk lebih praktisnya, supaya ga kehabisan tenaga dan waktu langsung aja ke barang diskon. Kira-kira dapet ga ya?

Belanja barang diskon, OK lah aku dapet ni barang yang aku pengen. Dengan berbangga diri karena dapet barang dengan harga miring dan good appearance (keliatan bagus). Perasaan cewe kalo bisa beli barang murah dan bagus itu gimana gitu, puas dan wanita banget lah poko’nya.

Sampai rumah langsung cek ulang barang belanjaan. Dan oh my God, malangnya aku ketipu diskon. Ternyata bajuku kancingnya ilang satu, dan yang satunya ada lubang di kerahnya. Waduh nyesel deh kenapa tadi ga diteliti dulu, huu ceroboh. Mungkin ini lagi ga beruntung, It’s ok lah tetep disyukuri aja toh juga gara-gara tertipu aku jadi lebih harus extra hati-hati beli barang diskon. Dan, hore! sekarang aku bisa masang kancing baju, :D

Sebenarnya kalo lebih jeli lagi milih barang diskon bisa kog dapet yang bagus. Selain itu mungkin faktor keberuntungan kali ya, kebetulan pas hari itu lagi ga banyak berdo’a. hehehe.

Wassalam..


Lebih Dekat dengan Rokok Kretek Kudus



Sedikit Tentang Rokok


Merokok adalah salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Seiring perkembangan zaman, rokok semakin dilengkapi dengan berbagai macam bahan yang mungkin lebih mementingkan kenikmatan dan mengesampingkan fungsi rokok itu sendiri.

Pada zaman dahulu, rokok adalah salah satu obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat di pedesaan. Rokok semakin populer, dan beralih fungsi hingga menjadi seperti yang sering kita jumpai saat ini. Orang-orang pedesaan, memanfaatkan rokok sebagai obat asma. Rokok semakin berkembang pesat, khususnya di kota Kudus, Jawa Tengah. Oleh karenanya, kudus dikenal dengan julukan Kota Kretek.

Tahukah kalian tentang asal usul kata “kretek” itu? Kata kretek sendiri berasal dari bunyi yang dihasilkan oleh suara hisapan rokok. Konon. Rokok ditemukan oleh penduduk desa di kota Kudus yang bernama Jamhari sebagai obat hisap yang terbuat dari cengkeh dan tembakau. Pembungkus rokok berasal dari kulit jagung yang dikeringkan. Karena sangat diminati penduduk, lambat laun rokok semakin dikembangkan dan mungkin fungsi asli rokok sebagai penyembuh mulai hilang.

Kini rokok bukan sebagai obat tradisional lagi, melainkan sebagai salah satu penyebab rusaknya organ tubuh seperti paru-paru dan jantung. Kandungan kimiawi rokok juga ada yang bersifat karsinogen. Bukan hanya bagi perokok, dampak yang ditimbulkan juga berimbas bagi perokok pasif. Asap yang diembuskan para perokok , akan lebih berbahaya bagi perokok pasif, karena kandungan racun akan meningkat dan dapat bertahan beberapa jam lamanya dalam ruangan saat rokok padam.

Itulah sedikit gambaran tentang perkembangan rokok dari fungsi asli rokok hingga berbagai dampak dari rokok.

Sekian, dan terimakasih...

Tulisan ini merupakan tugas dari tempat dimana saya berlatih membuat tulisan untuk pertama kali. Sebelum menulis, saya dan teman-teman telah mengunjungi museum Kretek yang bertempat di Kudus. Jadilah tulisan ini sebagai hasil dari observasi dan wawancara kami. Tulisan ini sedikit saya revisi sebelum diposting..

Cinta Sejati Dalam Islam








Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.



“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.


الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

***

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com

Footnote:

1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”




up